ETIKA GURU
PROFESIONAL
Guru profesional adalah guru yang mengenal tentang dirinya.
Yaitu, dirinya adalah pribadi yang dipanggil untuk mendampingi peserta didik
untuk/dalam belajar. Guru dituntut mencari tahu terus-menerus bagaimana
seharusnya peserta didik itu belajar. Maka, apabila ada kegagalan peserta
didik, guru terpanggil untuk menemukan penyebabnya dan mencari jalan keluar
bersama peserta didik; bukan mendiamkannya atau malahan menyalahkannya. Menjadi
guru bukan sebuah proses yang hanya dapat dilalui, diselesaikan dan ditentukan
melalui uji kompetensi dan sertifikasi. Karena menjadi guru menyangkut perkara
hati, mengajar adalah profesi hati. Hati harus banyak berperan atau lebih
daripada budi. Oleh karena itu, pengolahan hati harus mendapatkan perhatian
yang cukup, yaitu pemurnian hati atau motivasi untuk menjadi guru.
Sikap yang harus senantiasa dipupuk adalah kesediaan untuk
mengenal diri dan kehendak untuk memurnikan keguruannya. Mau belajar dengan
meluangkan waktu untuk menjadi guru. Seorang guru yang tidak bersedia belajar,
tak mungkin kerasan dan bangga menjadi guru. Kerasan dan kebanggaan atas
keguruannya adalah langkah untuk menjadi guru yang profesional.
Guru yang Ideal Sang guru adalah pendamping utama kaum
pembelajar, orang-orang muda dan benih-benih kehidupan masa depan, dalam proses
menjadi pemimpin. Sang guru adalah aktor intelektual yang selalu ada dibelakang
layar, ia semacam provokator yang tut wuri handayani. Sang guru belajar dari
dirinya sendiri, ketika pemimpin belajar pada semua orang dan terinspirasi oleh
matahari, air, api, atau alam semesta, sedangkan pembelajar belajar pada
idolanya, tokoh-tokoh yang dikaguminya. Guru sebagai tenaga pendidikan memiliki
peran penting dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat tersebut.
Guru sebaiknya
memberi contoh yang baik bagi muridnya. Keteladanan seorang guru adalah
perwujudan realisasi kegiatan belajar mengajar dan menanamkan sikap kepercayaan
kepada murid. Guru yang berpenampilan baik dan sopan akan mempengaruhi sikap
murid demikian juga sebaliknya. Selain itu di dalam memberikan contoh kepada
murid, guru harus bisa mencontohkan bagaimana bersifat objektif dan terbuka
pada kritikan serta menghargai pendapat orang lain.
Guru harus bisa
mempengaruhi dan mengendalikan muridnya. Perilaku dan oribadi guru akan menjadi
bagian yang ampuh untuk mengubah perilaku murid , guru hendaknya menghargai
potensi yang ada didalam keberagaman murid.seorang guru dalam mendidik
seharusnya tidak hanya mengutamakan ilmu pengetahuan atau perkembangan
intelektual saja, namu juga harus memperhatikan perkembangan pribadi anak
didiknya baik perkembangan jasmmani atau rohani.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar